Tampilkan postingan dengan label sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2013

FanLetter For Delima Rizky : Part 2 - Makalah [29 Desember 2012]


Mohon perhatiannya... ( ̄▽ ̄)

Postingan blog ini sepenuhnya sudah pindah ke blog yang baru, yang lebih berorientasi pada 48Family. Yaitu di alamat ini: http://takarenda.blogspot.com/2013/05/fan-letter-2nd-yossha-ikuzo-strategi.html

Terima kasih atas perhatiannya. ♪( ´ ▽ ` )ノ

*・゜゜・*:.。..。.:*・(*゜▽゜*)・*:.。. .。.:*・゜゜・

______________________________________
Mau tahu sejarah AKB48 dan biografi Takamina secara lengkap dalam bahasa Indonesia?? Sekarang anda bisa membelinya dengan mengunjungi situs :
atau
Fans yang baik adalah fans yang tidak melupakan sejarah idolanya~ ^w^

Rabu, 06 Februari 2013

FanLetter For Delima Rizky : Part 1 - Fanlet [29 Desember 2012]

Mohon perhatiannya... ( ̄▽ ̄)

Postingan blog ini sepenuhnya sudah pindah ke blog yang baru, yang lebih berorientasi pada 48Family. Yaitu di alamat ini: http://takarenda.blogspot.com/2013/05/fan-letter-2nd-renai-kinshi-jourei-for.html

Terima kasih atas perhatiannya. ♪( ´ ▽ ` )ノ

*・゜゜・*:.。..。.:*・(*゜▽゜*)・*:.。. .。.:*・゜゜・


______________________________________
Mau tahu sejarah AKB48 dan biografi Takamina secara lengkap dalam bahasa Indonesia?? Sekarang anda bisa membelinya dengan mengunjungi situs :
atau
Fans yang baik adalah fans yang tidak melupakan sejarah idolanya~ ^w^

Senin, 12 November 2012

Fan Letter : Happy Birthday Delima Rizky! (15 tahun)


Mohon perhatiannya... ( ̄▽ ̄)

Postingan blog ini sepenuhnya sudah pindah ke blog yang baru, yang lebih berorientasi pada 48Family. Yaitu di alamat ini: http://takarenda.blogspot.com/2013/05/fan-letter-1st-namida-surprise-for.html

Terima kasih atas perhatiannya. ♪( ´ ▽ ` )ノ

*・゜゜・*:.。..。.:*・(*゜▽゜*)・*:.。. .。.:*・゜゜・

______________________________________
Mau tahu sejarah AKB48 dan biografi Takamina secara lengkap dalam bahasa Indonesia?? Sekarang anda bisa membelinya dengan mengunjungi situs :
atau
Fans yang baik adalah fans yang tidak melupakan sejarah idolanya~ ^w^

Sabtu, 22 September 2012

History of AKB48 - Dream Can Become True!!


Banyak fans 48family saat ini, lebih spesifik, fans JKT yang masih tidak tahu/kurang tahu dengan masa lalu AKB48 yang kelam. Jadi, mengutip dari sebuah sumber, saya akan menceritakan (lebih tepatnya mentranslate) sejarah AKB48, sekaligus menyuguhkan beberapa gambar yang diambil dari penceritaan masa lalu AKB48 ini...

AWAL MULANYA

Ketika proyek ini dimulai pertama kali, kira-kira sebanyak 7.924 gadis remaja dari seluruh Jepang mendaftar untuk audisi pertama. Tidak ada promosi audisi saat itu tapi semua itu karena nama Akimoto Yasushi yang menarik perhatian banyak pendaftar. Bersama dengan kalimat “Aku ingin bertemu dengan kalian yang memiliki kepribadian yang kuat” di poster audisi, hal ini menarik perhatian gadis-gadis remaja yang tidak punya hubungan apapun dengan industri musik untuk berkumpul di Akihabara Theater
Diantara para pendaftar, ada Atsuko Maeda, yang sekarang menjadi artis yang terkenal seantero Jepang. Saat itu dia masih seorang murid pendiam, memperhatikan pelajaran, yang memiliki nilai yang biasa-biasa saja dan mungkin akan menjalani hidup normal jika dia tidak melihat poster audisi. Atsuko sedang berjalan pulang dari sekolah bersama ibunya ketika ia melihat poster audisi dan memutuskan untuk mendaftar audisi. Ibunya melihat tindakan ini sebagai tindakan yang tidak biasa dari anaknya, tapi satu keputusan ini akan mengubah kehidupan anak ini seumur hidupnya.

Diakhir putaran terakhir audisi, 24 gadis remaja telah dipilih untuk menjadi member Idol Group ini. Mereka mulai pelajaran menari dan belajar bagaimana caranya menyanyi sambil pergi ke sekolah setiap hari. Kebanyakan dari member-member ini sama sekali tidak punya pengalaman dengan menyanyi dan menari sama sekali, dan mereka hanya diberikan waktu 1 bulan untuk berlatih sehingga mereka bisa tampil di hari pembukaan theater – 1 Desember 2005. Tapi karena pelatih tari mereka merasa bahwa dengan kemampuan para member saat itu masih belum bisa tampil pada tanggal 1 Desember, maka pembukaan theater ditunda seminggu menjadi hari dimana mereka melakukan debut theater mereka, 8 Desember.

Di hari pembukaan, ada beberapa orang yang duduk di bawah stage untuk menonton penampilan mereka. Tapi, kebanyakan dari mereka adalah staff dan para official, jumlah penonton yang asli pada hari itu hanyalah 7 orang. Mulai dari hari itu, mereka perform di theater mereka setiap hari, termasuk di akhir minggu dengan harapan bahwa semakin banyak orang akan mengenal mereka. Mereka meneruskan performance mereka setiap hari meskipun ada saat dimana benar-benar tidak ada yang menonton mereka. Mereka bahkan mencoba memberikan tiket seharga 1000 yen secara cuma-cuma pada para pejalan kaki yang melintas tapi hampir tidak ada orang yang mengambilnya. Mereka bahkan mencoba tampil dua kali seminggu pada akhir minggu dengan harapan ini akan menaikkkan kesempatan untuk mendapat penonton, tapi ini hanya merupakan pengalaman menyakitkan bagi para member saat itu.



Ini tidak berakhir sampai di sini saja, ketika member-member merayakan Natal,  natal pertama mereka bersama dengan AKB, mereka diminta untuk tampil di stage. Penuh dengan kebahagiaan, member-member mencoba membagikan flyer pada para pejalan kaku, mencoba menarik mereka untuk menonton pertunjukan Natal mereka. Ini adalah saat dimana mereka menyadari kenyataan pahit dari Masyarakat, kebanyakan pejalan kaki tidak memperdulikan mereka. Beberapa orang mengambil flyer mereka, melihatnya sebentar, lalu melemparkannya ke dalam tong sampah tepat di depan member-member. Hal ini tentu saja menghancurkan hari member-member. Pada akhirnya, tidak ada yang menonton, member-member merayakan Natal dengan sesama member.

PERTANDA DARI STATUS QUO

Meskipun terombang-ambing di lautan tanpa harapan, secara perlahan mereka mulai mendapat fans-fans setia yang selalu datang ke theater untuk menonton pertunjukan mereka. 2 minggu setelah debut mereka, mereka mendapat fan letter yang pertama. Secara garis besar, yang tertulis di fan letter itu adalah:

"Kerja keras dan ketidakmauan kalian untuk menyerah meskipun kalian ada di lingkungan yang keras telah menyentuh hatiku. Ini menginspirasiku untuk bekerja keras dengan pelajaranku juga"

Memang benar tekad keras mereka-lah yang menyentuh hari banyak orang yang ada di sekitar Akihabara saat itu, terutama Otaku, AKB48 mulai mendapat perhatian dari ‘dunia bawah tanah’.

Dengan jumlah fans royal yang bertambah-tambah, yang mulai mendatangi theater setiap hari, perbedaan kepopuleran antar member mulai nampak. Di antara para member ada Itano Tomomi, yang selalu menari di pojok stage. Ada 2 pilar di theater, untuk melihat member favorit mereka lebih jelas, para fans biasanya akan menonton dari tengah. Sialnya bagi Tomomi Itano, ini berarti dia tidak akan dapat melihat para penonton dari sisi stage. Tapi sebagai salah satu anggota yang tampil di stage, dia harus terus menari dan melambaikan tangannya meskipun tidak ada orang didepannya. Di sebuah wawancara, Tomochin (julukan Itano Tomomi) berkata bahwa dia terus melambaikan tangannya dengan harapan suau hari nanti akan ada orang di depannya, tapi ini cukup berdampak pada kejiwaannya. Ada bukti bahwa dia stress dan berteriak dan menjerit dan melemparkan peralatan make-up ke lantai. Kebanyakan member lain juga tidak bahagia, hampir semuanya memikirkan saat dimana mereka bisa berhenti melakukan hal ini (tampil).

Setiap hari akan ada setidaknya 1 member yang akan menangis di ruang ganti dan menolak untuk naik ke panggung. Kabarnya Akimoto Yasushi sendiri harus pergi ke theater setiap hari untuk menyemangati member-member untuk terus tampil dan memaksa mereka untuk percaya padanya lebih lama lagi. Untungnya sebuah kabar baik datang tak lama kemudian. Untuk pertama kalinya, pada tanggal 4 Februari 2006, 3 bulan setelah performance pertama mereka, tiket theater habis terjual.

Kira-kira 2 minggu kemudian, mereka mengumumkan bahwa aka nada audisi kedua. Ini adalah berita mengagetkan bagi para member original karena mereka melihat ini sebagai tanda bahwa mereka dianggap tidak mampu tambil sebagai grup yang baik. Tapi menurut Akimoto Yasushi di sebuah program TV entah kapan, audisi ini dimaksudkan untuk menambah jumlah member sehingga mereka bisa tampil setiap hari. Lagipula, memaksa sekelompok gadis remaja untuk tampil setiap hari dan dua kali di akhir minggu akan memaksa batasan fisik dan mental member-member

Di antara periode audisi kedua, yang sekarang dikenal sebagai Ratu Iklan Shinoda Mariko yang keluar dai audisi pertama diperbolehkan untuk bergabung dengan AKB8 dengan bantuan para fans. Mariko selama itu bekerja di café di depan theater sebagai seorang pelayan. Dia mendapat popularitas dari fans-fans yang datang ke café, dan karena bantuan fans ini juga dia dikenal Akimoto Yashushi. Faktanya, Akimoto Yasushi mungkin tidak tertarik para Shinoda Mariko karena dia datang audisi dan gagal pada suatu wawancara dengan Shinoda Mariko. Suatu hari, ketika Mariko sedang bekerja di café seperti biasa, Akimoto Yashushi tiba-tiba datang dan berbicara dengannya:

“Apakah kau Shinoda Mariko? Jika kau bisa menghafal 12 lagu dalam waktu 4 hari aku akan memperbolehkanmu bergabung dengan AKB48”, dengan kemampuan dan tekad yang luar biasa, Mariko mampu menghafal kedua belas lagu dan bergabung dengan AKB. Menjadikan dia satu-satunya member 1.5 gen.



AKB48 juga merilis single pertama mereka, “Sakura no Hanabiratachi” yang merupakan salah satu lagu yang dittampilkan di theater saat itu. Ada yang bilang bahwa Akimoto Yasushi sendiri yang menanyakan pendapat para fans untuk memilih sebuah lagu dari set list untuk debut single AKB. Single ini masuk ke top 10 mingguan Oricon dan terjual 22 ribu kopi yang sangat jarang untuk sebuah grup musik berlabel indie.

Sekitar 11.000 pendaftar dari seluruh dunia mendaftar untuk audisi kedua yang diadakan melalui video telepon. 19 gadis remaja lolos audisi dan mereka dibentuk menjadi grup lain, yang nantinya dinamai Team K, dengan original member sebagai Team A. Team K memulai debut performance mereka pada tanggal 1 April 2006 dengan theater yang penuh, tetapi performance mereka setelah itu tidak menarik penonton sebanak hari pertama. Alasan utamanya adalah karena kebanyakan fans masih royal kepada member-member original dan mereka tidak tertarik pada member-member baru. Kekecewaan dan perasaaan terhina lah yang memacu member Team K, sampai hari ini, Team K masih dibanding-bandingkan dengan Team A.

Setelah 19 member baru bergabung dengan AKB48, ditambah dengan ke-19 orginal member (sisanya mengundurkan diri/dipecat), jumlah personil AKB menjadi 38 orang, sebuah jumlah yang tidak pernah didengar di industri musik. Komplain dari fans-fans mengenai kesulitan mengenali member-membe rmuncul. Untuk solusinya, Akimoto Yashushi memutuskan bahwa diperlukan seseorang yang mewakili seluruh grup – Ace dari AKB48, dan yang dipilih, sekarang dikenal oleh orang-orang di seluruh dunia, adalah Atsuko Maeda.

Lalu proyek untuk melatih Maeda Atsuko menjadi seorang bintang dimulai. Sebelum recording untuk setlist untuk stage baru, Maeda Atsuko diberi sebuah solo song. Orang pertama di grup yang diberi perhatian spesial. Ketika ia melihat liriknya, ia kebingungan. Acchan (nickname Atsuko Maeda) tidak percaya pada kemampuan menyanyi dan kemampuan menarinya sama sekali, ini semua nampak tiba-tiba. Acchan lalu berbicara di sebuah wawancara bahwa dia menolak untuk menampilkan dirinya saat itu. Dia menangis di studio dan menolak untuk memulai rekaman. Para Manajer dan staff jadi panik dan ketika Akimoto Yasushi alias Aki-p datang setelah mendengar situasinya, dia dilarang masuk karena para manajer takut bahwa kehadiran Aki-p malah membuat segalanya lebih buruk.

Secara umum dan secara logika, seseorang yang mendaftar audisi sebuah menjadi member sebuah idol group seharusnya bahagia ketika ia mendapat perhatian. Tapi di situasi Atsuko Maeda, benar-benar kebalikannya. Acchan juga mengatakan pada sebuah wawancara bahwa dia tahu dan merasa ada lebih banyak member yang lebih baik darinya, dan dia bukanlah yang terbaik tetapi dia dipilih oleh tim manajemen. Dia merasa bersalah pada member lainnya. Di sisi lainnya, member-membe ryang dipilih sebagai back dancer untuk solo Atsuko Maeda juga tidak bisa menerima keputusan ini. Mereka tahu ini bukan salah Acchan karena mereka menjadi back dancer, tapi mereka tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka.

Setelah Maeda Atsuko menjadi center AKB, AKB48 akhirnya merilis major debut mereka. Debut single mereka “Aitakatta” yang tidak dikenal saat itu, nantinya akan menjadi terkenal di seluruh Jepang dan diketahui semua fans J-pop. Setelah mereka merilis major debut mereka akhirnya mulai dikenal orang-orang

KESEMPATAN DATANG DI SAAT YANG TIDAK KAU DUGA

Sayangnya ini memiliki dampak yang tidak terduga pada kehidupan sekolah mereka. Image Akihabara saat itu masih “gelap” dan “tidak biasa”, fakta bahwa AKB memiliki nama Akihabara (AN: AKB artinya Akihabara48) pada nama mereka secara instan membuat orang-orang merendahkan mereka. Itano Tomomi alias Tomochin, salah satu seorang member original, menceritakan pengalamannya yang pernah terjadi waktu dia masih di sekolah. Tomochin menyapa seorang temannya pada suatu pagi, tapi temannya hanya melihat ke belakang dan memeberinya tatapan yang dingin. Tomochin lalu bertanya kenapa mereka mengacuhkannya, teman masa kecilnya ini bilang dia merendahkan Tomochin karena dia bergabung dengan AKB48. Semenjak hari itu, mereka tidak pernah berbicara lagi. Ini tentu saja berakibat besar pada perasaannya. (jadi teringat kembali kasus Delima, idola saya di JKT48)



Disamping “Skirt, Hirari”, single kedua mereka, mereka tidak pernah dipanggil ke program TV. Tidak puas, para staff membawa member-member dan pergi ke setiap kantor saluran TV untuk mempromosikan mereka. Dengan kepercayaan bahwa semua orang hanya perlu melihat sekali untuk melihat seberapa tingginya tingkat penampilan mereka, mereka bahkan ditolak untuk memasuki kantor saluran TV karena mereka masih tidak di kenal saat itu. Kojima Haruna alias Nyan-nyan alias Harunyan, salah seorang orginal member yang masih aktif hingga kini, mengatakan bahwa para staff berkata pada para member untuk tidak khawatir, bahwa lagu selanjutnya akan menjadi lagu hit, tapi tentu saja hal ini tidak pernah terjadi. Disamping memiliki kepercayaan bahwa semua orang yang melihat performance mereka akan menyadari bahwa mereka mampu perform dengan luar biasa, hari-hari dimana AKB48 tidak dapat menjual CD terus berlanjut.

Disaat inilah Tomochin kembali stress dan melemparkan barang kesana kemari dan berteriak-teriak di ruang ganti. Hal ini merupakan bukti bahwa mental dan fisiknya telah mencapai batasnya, ini juga menyatakan bahwa kondisi ini sangat sulit untuk seorang anak berumur 14 tahun. Tomochin berbicara pada Aki-p beberapa kali dan menyatakan bahwa dia ingin keluar dari AKB, tapi Aki-p terus memintanya untuk menunggu sebentar lagi. Tomochin lalu mengatakan pada sebuah wawancara bahwa dia tidak tahu seberapa lama harus menunggu, atau seberapa lama dia mampu menunggu, tapi dia memutuskan untuk mempercayai Aki-p dan menunggu sebentar lagi untuk perubahan situasi.

Saat itu, ketika keadaan tidak bisa lebih buruk lagi, kesempatan untuk membalikkan keadaan muncul. Desember 2007, 2 tahun setelah debut mereka, ketika hari dimana mereka tidak laku terus berjalan, sebuah berita menyenangkan datang. Mereka diundang oleh NHK untuk tampil di konser Kouhaku. Ini adalah sebuah event besar dan bergengsi yang mengundang musisi-musisi top Jepang untuk tampil di akhir tahun untuk merayakan tahun baru. Tapi kenapa AKB48 dipanggil meski mereka tidak laku saat itu? Mereka dipilih untuk mewakili Akihabara boom, atau dalam kata lain kultur Otaku. Sebagai tambahan, mereka tidak muncul sebagai grup musik individual melainkan performance bersama musisi lainnya dari Akihabara yang populer saat itu. Hasilnya, jika seorang musisi saat itu tampil selama 3 menit untuk performance merka, AKB hanya diberi waktu 1 menit 35 detik. Meskipun ini nampak sebagai performance yang menyedihkan, performance mereka yang singkat ini disiarkan ke seluruh Jepang dan banyak member saat ini yang tahu AKB48 pertama kali dari performance di sini.



Waktu berlalu dan 2008 tiba, sudah 3 tahun semenjak AKB dibentuk. Ada banyak tekanan dalam grup bahwa jika mereka tidak bubar-bubar tapi tidak membuat AKB menjadi dikenal, semua akan berakhir. Salah satu event yang menandai tekanan ini adalah kontrak dengan label rekaman saat itu tidak dipebarui. Sementara mereka tidak merelease single baru, mereka masih tampil di theater, disaat inilah banyak orang yang sekarang berhubungan erat dengan mereka mengenal mereka.

Banyak orang yang pada waktu itu melihat AKB48 sebagai grup musik yang tak memiliki masa depan, dan rumor-rumor seperti AKB48 akan dibubarkan beredar diantara member-member. Di sebuah konser pada musim gugur 2008, 5 member termasuk salah satu member yang populer saat itu mengumumkan bahwa mereka akan graduate (mengundurkan diri) dari AKB48. Pada waktu itu, saat logical dan sebuah keputusan yang benar. Karena pada saat itu AKB48 nampak tidak akan maju dan terkenal.



Setelah tahun yang sepi lewat, 2009, 4 tahun setelah pembentukan orginal pertama. Tahun ini, Maeda Atsuko, Takahashi Minami alias Takamina, Itano Tomomi, dan beberapa original member dan member utama beranjak 18 tahun, lulus dari sekolah. Karena AKB48 selalu mengenakan seragam sekolah sebagai tema utama mereka, jika mereka tidak menemukan cara untuk membuat nama mereka jadi dikenal dalam proses transisi ke stage selanjutnya akan menjadi sulit. Tetapi, keempatan datang di saat yang tidak terduga
Setelah aktif selama 4 tahun, salah satu complain yang paling ramai diantara para fans adalah bahwa Aki-p tidak benar-benar mengerti member-member. Kebanyak complain ditujukan pada member-member yang seharusnya menyanyikan sebuah single dibanding mereka yang dipilih oleh produser dan director. Inilah ketika Aki- mendapat ide, “Kenapa kita tidak biarkan fans saja yang memilih?”. Untuk pertama kalinya di industri musik, sebuah event yang tidak pernah ada sebelumnya digelar pada tanggal 8 Juli 2009. Diberi nama Senbatsu Election, dimana fans mengirimkan voting para member favorit mereka yang akan menyanyikan single selanjutnya. Meskipun hanya ada 54 ribu vote saat itu, ini meninggalkan image di public bahwa AKB = Senbatsu Election.

Member-member lalu menargetkan partisipasi mereka yang kedua di konser Kouhaku. Kali ini mereka ingin tampil di stage sebagai AKB48, mereka ingin tampil individu, yang menandakan bahwa mereka telah bertumbuh dari underground idol menjadi sebuah Idol Group yang sebenarnya. Melihat ini, Aki-p memutuskan untuk menggubah sebuah lagu berdasarkan ini:


In front of your eyes, a large river flows through. 
It’s a wide and large river. 
Even if it’s dark, even if it’s deep, 
Even if its current is fast, don’t be afraid. 
No matter how far apart, there’ll definitely be a shore at the opposite side. 
Hold on to your dreams, until the day when it is realised comes.


Di depan matamu, 
Sebuah sungai yang besar mengalir. 
Sebuah sungai yang besar dan dalam. 
Meskipun gelap, meskipun dalam, 
Meskipun arusnya cepat, janganlah takut. 
Tak perduli seberapa jauh kau terpisah, pasti akan ada tepi disisi lainnya. 
Peganglah mimpimu, sampai hari mimpimu terwujud tiba.


“Seberangi sungainya dan raihlah mimpimu yang ada di sisi yang lain!!” adalah pesan yang dikirimkan Aki-p kepada para member. Ini adalah sebuah lagu yang berbeda dengan lagu-lagu yang AKB telah nyanyikan, yang kebanyakan adalah lagu romantic. Dengan lagu ini, pada Oktobr 2009, AKB48 mendapat peringkat no 1 di Oricon chart.

Ketika sebuah event recording terbuka untuk sebuah program radio pada tanggal 23 November 2009, ketika member-member AKB berbicara dengan producer AKB48 Akimoto Yasushi, ketika sebuah berita mengejutkan muncul. Mereka diundang ke konser Kouhaku yang ke 60. Setelah berjuang dan direndahkan selama 4 tahun, mereka akhirnya dapat perform di konser Kouhaku dengan nama mereka sendiri.

Dan setelah 7 tahun, mereka ‘berjalan sejauh’ 1830 meter dari theater kecil mereka di Akihabara dan tampil di Tokyo Dome selama 3 hari! :D (FYI, Tokyo Dome adalah salah satu tempat konser paling besar di Jepang. Semua impian musisi adalah untuk tampil di sini. Seperti yang kita tahu, JKT48 ikut tampil di sini selama 3 hari dengan membawakan lagu ‘Baby! Baby! Baby!’ versi bahasa Indonesia).

Untuk melihat sejarah lengkap dari AKB48 yang pernah ditayangkan di salah satu acara TV Jepang: Kinsma, berikut adalah link yang bisa Anda kunjungi:

PART 1:

PART 2:

PART 3:

PART 4:

PART 5:

PART 6:

PART 7:

PART 8:

PART 9 (END) :

===============================================================
Sumber asli dokumen ini dapat Anda lihat di: http://toomuchidea.blogspot.com/2012/09/masa-lalu-akb48_21.html?m=1

Senin, 13 Desember 2010

CSR : Siapa Penerus William Soerjadjaja? (Bagian 2)

Sejarah Sang Maestro CSR Indonesia

William Soerjadjaja adalah kelahiran Majalengka pada 20 Desember 1923. Bersama dengan saudara kandungnya, ia membangun perusahaan bernama Astra pada tahun 1957. Jangan cepat ambil kesimpulan dulu, kalau sejak awal Astra adalah perusahaan otomotif. Pada awalnya Astra hanya bergerak di bidang minuman ringan dan ekspor hasil bumi dan tidak tertarik memperluas diversifikasi bisnisnya. Sampai pada tahun 1968, pemerintah orde baru pada kala itu meminta bantuannya untuk mendatangkan 800 unit truk chevrolet dari Amerika. Ketika sudah mulai dipergunakan aktif untuk program repelita yang mulai dilaksanakan besar-besaran kala itu, William mulai melirik sebuah kesempatan bisnis dalam bidang otomotif dan berusaha untuk mendapatkan hak ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) chevrolet Amerika. Namun, permintaannya ditolak mentah-mentah. Kemungkinan besar alasannya adalah, pihak chevrolet Amerika sendiri menilai bahwa sangat susah untuk merintis bisnis otomotif secara komersil kepada khalayak ramai di Indonesia yang daya belinya masih terbatas. Karenanya, mereka berasumsi bahwa itu adalah permintaan yang nekat dan bisa dikatakan William tak berpikir matang.

Tapi beliau tak mau menyerah begitu saja. Ia benar-benar melihat peluang masa depan yang benar-benar cerah dihadapannya. Karenanya ia beralih kiblat untuk mengambil hati Toyota yang bermarkas besar di Jepang. Dengan bermodalkan sejarah kesuksesan mendatangkan 800 unit chevrolet sekaligus, dan juga dibantu oleh mindset pebisnis Jepang yang disiplin dan stubborn dalam mengurus kesempatan bisnis apapun, beliau akhirnya berhasil menjadi ATPM Toyota di Indonesia. Dan pada tahun 1971, Astra berubah nama menjadi PT. Toyota Astra Motor (TAM) sebagai importir dan distributor kendaraan Toyota di Indonesia.

Bersama-sama dengan perusahaan saingannya yang pada waktu itu sudah membersihkan jalan pionir industri otomotif di Indonesia, PT. Indomobil Sukses Internasional, PT. Toyota Astra Motor mulai tumbuh menjadi raksasa otomotif di negeri ini. Salah satu produk khasnya yang menjadi trade mark perusahaan pada saat itu adalah jenis kijang yang proses produksi dan penelitian serta pengembangannya memang khusus ditujukan hanya pada karakter penduduk Indonesia yang senang kemana-mana bersama dengan sekeluarga. Maka dari itu, kita semua pasti masih ingat positioning mobil kijang sebagai mobil keluarga. Selain itu, Toyota Kijang yang dipromosikan oleh William memang sudah berkonsep mobil murah dengan harga terjangkau sesuai selera konsumen Indonesia kebanyakan.

Pertumbuhan yang sangat pesat ini tak pelak membuat keluarga cendana alias Pak Harto dan sanak familinya, tergiur ingin memiliki bagian hak kepemilikan saham Astra yang sudah berganti nama menjadi Astra Internasional ini. Tapi tentu saja, William menolak keinginan mantan presiden orde baru itu dan membuat mereka sekeluarga merasa geram. Kesuksesan perusahaan Astra juga tak bisa lepas dari campur tangan pemerintah otoriter pada saat itu yang kadang-kadang masih sensi dengan penolakan tersebut, sehingga justru kalau bisa bertahan sampai sejauh ini, berarti itu memang menunjukkan kualitas William Soejadjaja yang memang sangat berdedikasi dan visioner.

Namun, ia bukan tipe orang yang menyamakan keberhasilan Astra sebagai keberhasilan pribadinya. Beliau pernah berujar bahwa keberhasilan Astra adalah berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan semata-mata karena dirinya pribadi.
Beliau memiliki empat anak dari pernikahan beliau dengan ibu Lily Anwar. Edward dan Edwin yang lahir di Belanda serta Joyce dan Judith yang lahir di Indonesia. Kisah spektakuler kepahlawanan beliau dimulai dari salah satu kegagalan yang dialami anak pertamanya, Edwin Soerjadjaja. Semasa Astra masih menjadi milik keluarga Soerjadjaja, Edward adalah juga salah satu pemegang saham dan komisaris di PT Astra Internasional. Ia dipercaya juga untuk mengelola Summa Group, yang merupakan anak usaha dari Grup Astra.

Pada masa kejayaannya, Summa Group bergerak di bidang perbankan, keuangan, dan berbagai jenis jasa keuangan lainnya. Agaknya sang putra sulung ini terlalu ambisius sehingga banyak sekali mengumbar kredit dan ekspansi bisnis yang tak terkontrol. Bisa ditebak selanjutnya, Summa pun menanggung kredit macet dalam jumlah besar. Inilah titik awal petaka bagi keluarga Soejadjaja. Karena mendapatkan kerugian yang teramat besar, maka Bank Summa pun bangkrut dan dana-dana para nasabah pun juga dipastikan 100% tak bisa kembali ke tangan pemilik aslinya. Membuat kita teringat akan pahitnya kasus Bank Century yang kinerja manajemen dan kecurangan pemiliknya amat mengecewakan para nasabah hingga waktu yang berkepanjangan.

Langkah apakah yang akan William Soerjadjaja ambil? Sejak Bank Summa dinyatakan untuk dilikuidasi pemerintah pada Desember 1992, beliau maju dan menyatakan dirinya sendiri sebagai jaminan pribadi untuk menyelesaikan seluruh kewajiban terakhir bank itu. Tak tanggung-tanggung, ia melepas seluruh kepemilikan mayoritas pribadinya di Astra pada pemerintah dan harus merelakan satu-satunya usaha terbesar dan terlama miliknya. Tak terbayangkan, betapa sedih juga hatinya ketika secara sadar harus melepas salah satu nama yang telah ia besarkan sejak dulu dengan semua pahit dan getir dunia yang telah ia jalani bersama Astra.

Padahal secara common sense dan secara hukum perdata pada saat itu, tidak ada kewajiban mutlak bagi William untuk menanggung semua beban pengembalian uang nasabah itu seorang diri. Karena meskipun sebagai salah satu anak usaha Astra, pemilik Bank Summa adalah anaknya dan justru bukan dirinya. Tak ada korelasi kewajiban hukum secara langsung yang membuatnya harus ikut bertanggung jawab. Bahasa gampangnya, “Kalau sudah bangkrut, ya mau bagaimana lagi? Uang sepeser pun mereka tak punya”.
Namun beliau tidak pernah mencari pembelaan semacam itu. Ia menjadikan hasil penjualan saham Astra yang notabene adalah kekayaan pribadinya sebagai sumber dana pengembalian untuk seluruh nasabah, satu persatu sampai semuanya benar-benar tergantikan. Mana ada orang yang rela menggunakan kekayaan pribadinya di satu perusahaan untuk bertanggung jawab atas kebangkrutan usaha yang tak ada hubungannya dengan bidang bisnis utama yang dijalani, apalagi untuk mengembalikan kekayaan para pelanggan yang dikecewakan? Bukankah perbuatan seperti itu adalah sesuatu yang sejatinya gampang diumbar-umbar namun sangat sulit untuk dilakukan, bahkan untuk direncanakan?

Meskipun telah terdepak keluar dari perusahaan kesayangannya, hubungan bisnis dengan para koleganya di luar negeri tetap baik. Bahkan mereka menaruh rasa respek yang besar terhadap sikap gentleman William yang bersedia mengambil alih tanggung jawab Bank Summa. Tak heran banyak pihak justru antusias menawarkan sejumlah uang agar William bisa memperoleh kepemilikan kembali di Astra. Salah satunya adalah Peregrine Sewu Securities yang tahun 1995 bersedia menyediakan dana bagi keluarga Soerjadjaja untuk mengambil alih Astra kembali. Tapi sayangnya keluarga cendana tidak berkenan untuk mengizinkan proposal tersebut.

Memang sepanjang hidupnya, oleh banyak rekan pengusaha maupun karyawan atau presdir yang dulu pernah menjadi bawahannya, beliau dikenal sebagai pemimpin yang sangat kuat dan baik, tidak otoriter, sangat kekeluargaan, dan humanis. Beliau juga sering sekali memberi kesempatan bagi bawahannya untuk berkembang sehingga mampu mencetak para profesional dan pengusaha handal. Bahkan banyak sekali konglomerat baru yang muncul dari hasil asuhannya.

Kini beliau telah berpulang, meninggalkan kita semua. Namun, seperti pepatah mati satu tumbuh seribu, semoga saja segera muncul sosok seperti William Soerjadjaja lainnya di tanah air ini yang mampu mengimplementasikan CSR yang menyeimbangkan kehidupan berbisnis dengan prinsip dasar sosial dan religius, sehingga bisa menjadi teladan dan kebanggaan bangsa ini.