Tampilkan postingan dengan label penting(gakpenting). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penting(gakpenting). Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Surat Neraka Dari KEMENDIKBUD !!

Kenapa judulnya demikian berkobar-kobar?? Tentu saja karena saya adalah salah satu mahasiswa yang terancam karena adanya surat edaran yang membahas tentang publikasi karya ilmiah di tingkat S1 sampai dengan S3 ini. Silahkan lihat file .pdf nya di sini

Intinya adalah kita, para mahasiswa harus bikin skripsi/thesis/disertasi yang SUPER ilmiah dan SUPER bagus. Kenapa saya menekankan kata "SUPER" di sini? Karena kalau karya ilmiah kita dipandang tidak bisa masuk ke jurnal-jurnal ilmiah tingkat nasional dan internasional, maka kita tidak akan bisa lulus!!

Sejujurnya, saya mahasiswa yang pintar akademik (karena IP di atas cumlaude) tapi tidak cemerlang di penelitian yang mengutamakan 'keilmiahan' seperti ini!! Tidak ada cara lain selain lulus sebelum Agustus 2012!!

Bagaimana menurut anda??

Rabu, 01 Desember 2010

Kloning : Kucing

Mungkin pembaca ternganga dan termangu kenapa saya tiba-tiba menulis hal yang tak ada kaitannya dengan disiplin ilmu saya, apalagi tentang kloning? Dan lagi tentang kucing? Alasannya sederhana saja. Karena saya suka kucing dan kebetulan saya baru saja selesai membaca komik tentang kedokteran hewan yang jadi favorit saya. Dan inilah kisahnya.

Di Amerika ada sebuah perusahaan bernama CSG yang mengkloning kucing peliharaan dan menjualnya. Sampai pada November 2004, mereka berencana menjual 9 ekor kucing dan 8 diantaranya sudah ada kontrak. Harga seekor kucing, jika dirupiahkan, bisa mencapai sekitar 540 juta rupiah! Para pembeli mendapat keistimewaan seperti pesta mewah saat acara penyerahan kucing, makan malam dengan para staf yang melakukan kloning, dan diberi gratis "Video Kloning" yang mencakup proses pengkloningan kucingnya.

Satu hal yang pasti dalam kloning adalah, banyak hasil kloning yang karakter fisik dan sifatnya berbeda jauh dengan induk kloningnya. Misalnya, ada kucing yang dikloning dari kucing hitam, tapi bisa saja dia bercorak kuning emas dengan kombinasi bulu putih dan hitam. Biasanya kucing punya kulit dasar yang sama dengan corak bulunya. Dan bisa juga, kucing yang asli punya sifat pendiam dan kalem, namun hasil kloningnya lebih ceria, aktif, dan bandel.

Mungkin anda merasa aneh, padahal hasil kloning sudah jelas mempunyai gen yang sama dengan induknya. Kalau diumpamakan, jika diri kita dikloning maka akan ada dua orang kita di dunia ini yang sama (jadi teringat filmnya Arnold Suasana Seger!). Mengapa bisa terjadi kucing hasil kloning yang benar-benar berbeda? Untuk menjawabnya, kita lihat dulu proses pengkloningan secara berurutan.

Untuk kloning kucing, pertama-tama dilakukan pengumpulan sel somatik. Lalu sel itu dikembangbiakkan secara khusus dan saat hampir membentuk bagian tubuh tertentu, nukleus atau inti sel diambil dari situ. Berikutnya, ambil nukleus dari ovum atau sel telur kucing lain. Lalu, nukleus yang sudah dikembangkan tadi ditanamkan pada ovum kucing lain itu. Proses ini disebut Inseminasi. Dan akhirnya, ovum ditanam ke rahim induk pengganti sampai akhirnya kucing hasil kloning lahir.


Berarti bisa disimpulkan bahwa persamaan kucing induk dengan kloningnya hanya pada inti sel telurnya. Gen mahluk hidup memang terdapat dalam nukleus, namun disamping itu, setiap mahluk hidup mewarisi mitokondria dari induknya. Lalu walaupun nukleusnya sama seperti kucing induknya, ovumnya berasal dari kucing lain. Ingat bahwa sel ovum juga membawa sifat gen asli kucing lain itu. Jadi kucing hasil kloning tersebut tidak akan benar-benar persis dengan kucing induknya. Kalau dipermudah, hampir tidak ada bedanya dengan proses kelahiran alamiah.

Lagipula seiring proses pertumbuhannya, ada juga gen yang tidak akan muncul. Makanya, kecil kemungkinan gen yang kompleks seperti corak pada kucing akan sama dengan induk yang dikloning. dan soal sifat kucing, lingkungan dan cara dia dibesarkan akan banyak berpengaruh pada sifatnya. jadi wajar kalau sifatnya tidak sama. Bahkan anak kembar dari satu sel manusia pun tak ada yang mirip identik, kan?



Gambar di atas adalah Kittens Tabouli dan Baba Ganoush, yang dikloning dari seekor kucing ras Bengal yang sama. Keduanya adalah kucing pertama yang dikloning menggunakan teknik baru bernama "chromatin transfer".

Rabu, 14 Juli 2010

Kita adalah Indigo Children (Bagian Kedua)

Merujuk dari kepercayaan orang Hindu, sekaligus perpaduan sejarah keimanan Islam dan Nasrani, berikut adalah penjabaran generasi manusia pada umumnya:

1. Generasi Merah: generasi awal umat manusia. Berkemampuan dasar untuk mencari makan, mencari perlindungan, dan membela diri. Dalam perspektif spiritualitas, mereka adalah anak-anak yang “lahir” dari sebuah eksistensi yang kristal. Generasi ini mengembangkan otot mereka, mempertajam indra untuk sensor, dan kepentingan persaingan. Maka, jangan heran jika anak Adam bertengkar dan saling bunuh antara mereka sendiri. Bukan Adam yang salah, tetapi mungkin disebabkan oleh pembuat klon Adam (maksudnya Adam dan Hawa sendiri) yang tidak bisa membuat “Hawa” yang sempurna. Hal ini diperparah dengan pernikahan incest, yang secara genetis membuat sel anak Adam terdegradasi menjadi generasi merah sekaligus menjadi generasi paling awal di bumi ini.
2. Generasi Oranye: generasi ini masih terkonsentrasi pada masalah seksual saja, untuk memenuhi prioritas mengisi bumi ini. Maka mereka secara naluri, dituntut untuk banyak melakukan hubungan seksual, segera beranak-pinak sebanyak-banyaknya agar bumi makin penuh. Mereka mewarisi kemampuan dasar generasi sebelumnya. Anak-anak dari anak-anak Adam diceritakan masih memiliki anak kembar. Masing-masing kira-kira memiliki 10-20 anak kembar.
3. Generasi Kuning: generasi ini sudah menyadari kepentingan persediaan bahan makanan dan pola hidupnya sudah mulai menetap. Mereka mewarisi kemampuan dasar generasi sebelumnya Mereka sudah mulai membuat rumah dan peternakan sendiri. Mereka sudah mulai menyadari pentingnya hidup berkelompok dan membuat alat musik. Nabi Nuh termasuk dalam generasi ini.
4. Generasi Hijau: generasi ini mulai mempertanyakan arti kekuasaan. Mulai ada ego untuk menjadikan diri sebagai pemimpin dan menguasai orang lain. Generasi hijau sering terlibat dalam perang, perkelahian, dan sering pula saling jegal antar teman demi memenuhi ambisi pribadi. Kekerasan menguasai penuh pada generasi hijau. Pada saat inilah kemanusiaan mulai dipertanyakan. Beberapa manusia mengangkat diri mereka sebagai penguasa, bahkan Tuhan. Yesus Kristus hadir di awal generasi tersebut untuk memberitahukan kedatangan akhir zaman. Sesudah itu, mulai bermunculan para rasul yang menyebarkan ajaran Kristiani dan Nabi Muhammad Saw dengan ajaran Islam.
5. Generasi Biru: generasi ini menjawab pertanyaan generasi hijau. Saat ini, sebagian besar orang dewasa di kehidupan kita adalah generasi biru. Generasi ini menggunakan otak dan kemampuan pribadinya untuk mengambil jalan terbaik bagi mereka sendiri. Generasi biru tidak menyukai kekerasan dan tidak suka mencampuri urusan orang lain. Otak lebih dikembangkan dan dibuktikan dengan banyaknya penemuan dan keberhasilan bisnis. Ini adalah masa ketika manusia mengalami modernisasi yang penuh dengan diskusi dan rapat penting. Dalam setiap rapat, security antar-pribadi lebih diutamakan. Ironisnya, kalau salah berkembang, generasi ini bisa tumbuh menjadi generasi egois dan semau gue, bahkan tidak segan-segan mengorbankan orang lain asalkan dirinya sendiri bisa makmur.
6. Generasi Indigo: generasi ini adalah jawaban dari generasi biru. Generasi ini tidak lagi mengambil security untuk kesenangan pribadi, tapi untuk kesenangan orang banyak. Generasi indigo lebih senang berada dalam kesendiriannya bersama dengan dimensi spiritualitasnya yang terus berdinamika. Mereka, sedikit banyak, berusaha menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang. Diperkirakan generasi indigo adalah generasi-generasi sebelum “Adam” yang hadir kembali, mempersiapkan dan membimbing para generasi kristal awal untuk bisa menyambut datangnya akhir zaman. Kita semua yang berumur 20 tahunan, termasuk dalam generasi terakhir indigo.
7. Generasi Kristal: Generasi ini adalah puncak dari seluruh kapasitas manusia. Generasi yang merupakan lanjutan dari generasi indigo yang memiliki kadar ketuhanan dan kenabian yang tinggi. Spiritualisme tinggi serta merupakan jiwa-jiwa yang telah melalui berbagai macam bentuk tempaan kehidupan. Generasi yang hanya ada 1 kristal yang terpilih menggantikan “Adam” yang lama dalam kehancuran di siklus 5000 tahun. Generasi Kristal, dalam beberapa literatur, juga disebut sebagai “the old soul”. Artinya, mereka yang sebelumnya pernah menghuni bumi, kembali ke bumi untuk mengisi bumi dari awal lagi. Dari penjabaran itu, maka hanya generasi kristal – yang tinggi kadar jiwanya – yang akhirnya menjadi Adam lagi. Siapa dia? Hanya Tuhan yang tahu.

Orang-orang indigo adalah generasi supranaturalis yang mampu memadukan teori-teori sains dan teknologi informatika dengan kemampuan spiritualitas ketuhanan mereka. Maksud dan tujuan kehadiran kita sebagai generasi indigo adalah tugas yang diembannya di muka bumi ini. Orang-orang indigo dan kristal, secara umum mempunyai tugas:
1. Menjaga harmonisasi alam nyata, alam spiritual beserta penghuninya, serta manusia dalam hubungan dengan Tuhan.
2. Membantu penumbuhan kesadaran pada manusia akan kebenaran yang mulai ditinggalkan.
3. Membantu pengeliminasian penyebab ketidakseimbangan harmonisasi dan penumbuhan kesadaran. Terutama manusia yang jahat dan buruk akhlaknya, serta mahluk lain yang berusaha menggagalkan misi ini. Penulis, secara jujur, kurang setuju dengan literatur yang menyatakan hal ini. Sebab, manusia yang jahat sekalipun bisa bertobat dan berbalik pada Tuhan.
4. Saling berkoneksasi dan berinteraksi antar-indigo dan mahluk di dimensi spiritualitas, dalam rangka tugas-tugas di atas
5. Membantu pengembalian kekuasaan di bumi kepada manusia yang berhak memegangnya.
6. Membantu pelaksanaan kekuasaan tersebut sampai tiba masanya berakhir.

Yang menarik, orang kristal adalah generasi terakhir dari warna-warna yang pernah muncul. Warna ini tidak pernah muncul di masa-masa sebelumnya dan muncul di bagian akhir dari semua generasi indigo. Menurut teori spektrum cahaya, kristal yang berwarna bening adalah perpaduan semua warna cahaya yang sudah menyatu dalam satu frekuensi yang sama, yakni cahaya tunggal tidak berwarna. Bila mau dikaitkan dengan bidang agama: suatu lambang kesempurnaan. Tujuan akhir penyatuan kepada Yang Maha Esa dan Sumber Kehidupan.

Bisa diamati, bahwa ciri khas psikologis dan perilaku generasi indigo sangat unik dan ganjil, sehingga mereka perlu pola pendidikan yang baru. Pola pendidikan lama yang sangat mengandalkan otak kiri, justru semakin susah dinikmati oleh mereka. Jangan sampai para generasi tua mengabaikan permintaan dan kebutuhan mereka untuk berkembang dengan cara yang unik. Skenario buruknya, intelijensi dan pikiran mereka bisa kacau dan mereka akan menjadi tersesat, karena posisinya yang berada di antara pergantian generasi yang mensyaratkan survival dalam hal duniawi dengan generasi yang lebih mementingkan aspek spiritualitas dan idealisme.

Rabu, 23 Juni 2010

Kita adalah Indigo Children (Bagian Pertama)

Akhir-akhir ini banyak isu-isu bermunculan mengenai keberadaan sesuatu yang disebut Indigo Children. Masih membekas di ingatan kita tentang fenomena seorang bocah bernama Ponari, dimana hanya dengan mencelupkan sebuah batu, ia bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit banyak warga. Apakah ia termasuk sebagai anak indigo? Penulis menjawab, ya, namun Ponari sudah tidak tepat lagi disebut indigo secara keseluruhan.
Kemunculan anak-anak indigo di milenium ketiga ini bukan tanpa alasan. Menurut berbagai sumber yang beredar luas, mereka membawa misi-misi tertentu. Dengan segenap kemampuan lebih yang diperoleh dari terbukanya dan terasahnya sixth sense mereka sejak lahir, anak-anak indigo diutus oleh Yang Maha Kuasa untuk membawa pencerahan di dunia yang semakin hari semakin hancur. Mereka diharapkan bisa mengembalikan keseimbangan alam.
Fenomena anak-anak indigo erat kaitannya dengan ramalan suku Maya mengenai bencana besar tahun 2012. Apakah tahun 2012 akan kiamat atau tidak, hanya Tuhan yang mengetahui kapan dunia ini akan berakhir. Salah satu isu fenomena yang akan muncul menjelang tahun-tahun tersebut adalah pergantian ras manusia dari yang biasa digantikan oleh ras yang super unggul. Isu ini sering dikaitkan dengan fenomena munculnya anak-anak indigo. Mereka menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil.
Indigo mengacu pada warna jiwa yang indigo. Inilah yang menunjukkan adanya “Jiwa Utama” yang bertindak sebagai seorang guru atau penyembuh. Setiap orang indigo akan melakukan misi pengajaran atau menyembuhkan dengan berbagai cara. Sering kali dengan caranya sendiri. Sebagian orang percaya bahwa para rasul, nabi,dan orang suci serta para wali adalah indigo karena misi mereka dalam skala global adalah mengajar, menyembuhkan, dan menggeser kesadaran umat manusia.
Tanda-tanda generasi pertama dari anak-anak indigo kebanyakan lahir setelah PD II, namun belum menciptakan perubahan-perubahan penting. Baru setelah tahun 70-an, generasi pertama anak-anak indigo dilahirkan. Mereka, yang sekarang ini berusia sekitar 30-40 tahunan, ini adalah generasi laskar yang sesungguhnya, yang sudah memulai proses menentang dan menggeser sistem yang sudah usang. Merekalah pemimpin yang sesungguhnya yaitu barisan orang-orang spiritual dengan berbagai macam warna yang siap mengubah dasar dunia ini.
Mereka diikuti oleh indigo yang lahir di tahun 80-an dan 90-an yang lebih meningkat kepekaan dan perbaikan, sampai akhir 90-an dan awal 2000-an ketika lahir anak-anak generasi kristal. Anak-anak kristal, yang umumnya saat ini masih berumur dibawah 10 tahun, adalah jenis laskar rohani yang berbeda, lebih tenang dan tercerahkan dengan kesadaran Tuhan berada di dalam mereka. Berdasarkan penjelasan di atas, Ponari yang penulis jadikan contoh di awal tulisan ini termasuk generasi awal anak-anak Kristal.
Anak-anak Indigo, terutama menjelang generasi terakhir, mengetahui bahwa mereka spesial dan kehadiran mereka di bumi adalah untuk melakukan sesuatu yang signifikan. Mereka berorientasi pada otak bagian kanan. Secara umum tertarik pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan musik, seni, menulis, dan keagamaan serta kerohanian. Mereka sering suka melakukan meditasi, takafur, sholat, retret, ataupun perenungan. Namun demikian, jangan jadikan tulisan ini sebagai justifikasi untuk malas belajar atau kuliah, lho!
Karakteristik kunci dari orang-orang indigo, terutama di Indonesia atau paling tidak yang penulis amati sehari-hari, adalah sering merasakan kemarahan. Mereka tidak bisa diperintah oleh figur yang seolah-olah berkuasa karena kebanyakan orang indigo tidak mengenal “otoritas” dalam kamus manusia mereka. Mereka hanya mengakui bahwa semua manusia itu sama, sehingga mereka akan mudah marah terhadap orang yang menggunakan otoritas dan bertindak sebagaimana layaknya diktator. Contoh: Orang tua (yang kebanyakan berasal dari generasi sebelum indigo), guru/dosen, atau bos di tempat kerja.
Hal itu juga meliputi jiwa para indigo muda dengan sedikit pemahaman tentang “kekuatan atas yang lain”, seperti dominasi dan hegemoni oleh pihak yang kuat terhadap yang lemah di muka bumi. Oleh karena itu, sering terbesit di pikiran dan mental para generasi indigo, bahwa mereka lelah dengan permainan politik, kekuasaan, jabatan, KKN, dan semacam itu yang seakan-akan merajalela di dunia ini dan semakin membuat dunia ini kotor.
Keberadaan anak-anak indigo yang jumlahnya meningkat dengan pesat menjelang abad ke-21 hingga sekarang adalah dalam rangka mempersiapkan kepemimpinan dunia yang dinantikan banyak orang. “Dia” yang dinantikan adalah seorang khalifah, pemimpin manusia yang dinanti banyak orang. Dia tidak hanya dinantikan oleh umat agama tertentu saja, namun juga oleh seluruh umat manusia dan alam semesta yang merindukan kedamaian dan kesejahteraan yang sesungguhnya.
Dia akan meniti kekuasaan sejak kelahirannya. Tampuk kekuasaan akan direbutnya dari penguasa-penguasa zalim di dunia dengan kemudahan yang diberikan Tuhan. Dia menerapkan aturan-aturan Tuhan dengan lemah-lembut dan kasih sayang. Ya, karena dia adalah seorang anak kristal yang tenang, lembut, dan penuh kasih sayang.
Adakah penentangan yang terjadi? Tentu saja pihak-pihak yang hegemoninya di dunia tersaingi akan menentang generasi indigo. Mereka akan membentuk koalisi menghalangi perjalanannya menuju tampuk kekuasaan jagad ini. Segala cara mereka lakukan, termasuk memecah-belah dan mengarahkan orang-orang indigo yang mereka kuasai untuk membantu niat jahat mereka. Anak-anak indigo tidak akan tinggal diam. Komunikasi dengan sahabat-sahabat di dimensi spiritualitas yang telah terbina sejak dini akan digunakan untuk melindungi sang calon pemimpin, salah satu dari anak-anak kristal. Kekuatan akan dikerahkan secara penuh dan Tuhan berada di pihak sang khalifah akhir zaman.
Tahun 2012 nanti adalah titik awal pertempuran bagi para generasi terakhir indigo, dalam kata lain kita semua sebagai generasi penerus bangsa. Dengan kekuatan penuh, saling bertekun dalam iman, dan saling mendukung satu sama lain, seluruh indigo akan mulai bergerak di seluruh dunia. Di masa itu, kita akan diseleksi apakah kita pantas untuk membimbing dan menjadi tameng bagi para generasi kristal, yang nantinya akan berperan sebagai penyambut datangnya sang khalifah, sekaligus datangnya akhir zaman.

==================================================================
After read this article, please comment to show that you participated in this blog's growth and development.

Senin, 01 Juni 2009

SBY : Sang Kuliner

SBY bicara soal militer? Kuno! Ngobrol soal politik? Berita basi! Ceramah soal kuliner? Hah, binatang langka macam mana pula itu???

Tahu gak sih, kalo presiden SBY ternyata adalah jagoan kuliner yang cukup lihai! Beliau sangat ahli apalagi kalau urusan Soto-menyoto. Beliau mengaku bahwa soto kesukaannya adalah soto Kudus di Gandapura, Bandung dan beliau adalah langganan soto ini mulai dari letnan dua, jenderal bintang empat, bahkan sampai pensiun!

Apa beliau cuma bisa mengomentari makanan saja? Lihat lagi fakta yang satu ini.

Beliau menuturkan juga kalau beliau jago membuat rujak cingur. Menurut presiden, ada tujuh maacam bumbu yang harus ada di makanan ala Jawa Timur tersebut (yang hobi masak catat baik-baik yah :p). Yaitu cabe, kacang tanah, garam, asam, terasi, petis, dan pisang klutuk yang mentah dicampur gula merah.

Bahkan kabarnya, istri sang presiden, Ani Yudhoyono berkata kalau dia masih kalah hebat dari suaminya kalau sudah berurusan dengan rujak cingur buatan SBY.

Ada yang mau mencoba rujak buatan SBY ?? XD