Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

AKB48 Takahashi Minami menyatakan kemungkinan dirinya menjadi anggota House of Representatives (Parlementer di Jepang)




Dalam sebuah wawancara di salah satu program TV, member AKB48 Takahashi Minami menyatakan ketertarikannya untuk menjadi anggota parlementer di Jepang. Dalam interview bertema, “House of Election 4 Years later”, ia berkata

“Saya tertarik akan hal itu. Saya pikir akan sangat menarik jika kelak saya bisa ikut (dalam karir politik Jepang)”

Ia mulai tertarik akan dunia politik setelah jurnalis politik, Mr. Tahara Soichiro, yang juga meng-oshikan Takamina, memberitahunya,

“Lebih baik (Takamina) mulai belajar tentang Pemilu untuk pemilihan politik 4 tahun lagi.”

Orang yang pertama kali menyarankan Takahashi Minami menuju politik adalah Akimoto Yasushi. General Producer dari AKB48 ini menyatakan bahwa, “Dia lebih cocok jadi politikus daripada idol.”

Mr. Tahara Souichiro pastinya mendengar pernyataan tersebut, karena mereka berdua memang dekat satu sama lain selama bertahun-tahun. Dan inilah titik baliknya. Setelah itu, ia mulai sering mengunjungi teater AKB48 dan mengikuti jejak Idol Group tersebut semenjak itu.

Dalam acara TV show “Dare datte Haran Bakusyou” pada 3 Maret 2013 lalu, Mr. Tahara yang menjadi tamu acara tersebut memperlihatkan VTR interviewnya dengan Takahashi Minami. Dalam video tersebut, setelah memberitahu bahwa oshimennya adalah Takamina, Takahashi Minami berkata dengan sorot mata yang berkilauan,

“Saya sangat senang dan terkejut saat tahu bahwa orang seperti dia mengenal saya.”

Takamina sering bertemu dengan Mr. Tahara, dan ia juga berkata bahwa cara Mr. Tahara memuji caranya berbicara (berpidato di atas panggung/teater) memberinya kepercayaan diri lebih. Dia berbicara tentang banyak hal setiap kali bertemu dengan Takamina, “Namun pada akhirnya, dia menyimpulkan bahwa ‘Takahashi cocok menjadi seorang politikus’,” ungkap Takamina.

Takara mendesak Takamina untuk mencari posisi politis Jepang di masa depan, dengan argument, “Demi generasi masa depan Jepang yang ada saat ini, akan lebih baik jika para politikus yang ada saat ini digantikan oleh dirimu.”

Walau Takahashi awalnya menganggap dirinya bercanda, ketika Tahara mengungkapkannya dengan sangat serius, “Lebih baik kau mulai belajar politik 4 tahun lagi, ketika mayarakat Jepang akan mengadakan pemilihan parlementer,” Takamina menyadari bahwa orang tua berusia 78 tahun itu sangat serius akan hal ini.

Kemungkinan karena pengaruh dari Tahara, ketika ditanya oleh para staff jika ada kesempatan dirinya menjadi politikus, Takahashi menjawab,

“Memang benar saya tertarik dengan dunia politik, dan sejak Mr.Tahara berbicara seperti itu, kau tahu, saya tak bisa bilang bahwa saya tidak tertarik sama sekali.”

Lebih jauh lagi, “Jujur saja, saya jadi berpikir… ‘Kenapa tidak?’. Saya pikir akan sangat hebat jika suatu hari, saya bisa mendedikasikan diri di pekerjaan semacam itu,” lanjutnya.

Takamina juga mengungkapkan bahwa Mr. Tahara berkata jika dirinya menjadi politiku, dia akan menjadi kepala tim suksesnya. Dan Takamina mengirim balasan terhadap pernyataan tersebut di VTR itu, dengan berkata, “Jika memang akan terjadi, pada saat itu saya mohon kerja samanya.”

Mungkin alasan mengapa Mr.Tahara Soichiro sangat mendukung Takahashi Minami menjadi politikus, sebagian karena pernyataan Akimoto Yasushi sebelumnya.

Namun, dia sudah sejak lama mengikuti Takahashi Minami sebagai leader AKB48, dan dari observasinya, dia mengambil sebuah kesimpulan,

“Kepemimpinannya sangat luar biasa! Suaranya pada saat pembukaan konser AKB48 In Tokyo Dome sangat hebat, dan setelah dia kalah di turnamen Janken, dia segera mengubah pola pikirnya dan kembali fokus memimpin acara tersebut.”


Jepang adalah salah satu negara yang politikus-politikusnya dulunya memiliki karakteristik TV (komedian, aktor, aktris, dan bahkan idol), namun jika Takahashi Minami akan mengikuti pemilu, hal tersebut akan menarik perhatian dan ekspektasi dari publik terbesar sepanjang sejarah, dimana sudah menjadi kebiasaan di dunia politik Jepang bahwa pekerjaan sebelum menjadi anggota DPR/politikus menjadi salah satu faktor andalan terbesar mereka mengamankan posisi/kursinya di parlemen negara.

Sumber asli: Livedoor / akb48wrapup.com

Selasa, 22 Januari 2013

"Tribute to Takahashi Minami - The Untold Story of AKB48's Leader", NOW ON SALE!!



_______________________________________________________________

Judul : Tribute to Takahashi Minami - The Untold Story of AKB48's Leader
Ukuran : A5 dengan tebal buku sekitar 2 cm
Halaman : 428 halaman (14 lembar full color bolak-balik)
Harga : Rp 84.000,00 + Bonus (lihat di bagian FAQ)
Status : Unofficial (bukan produk official)

Stock Masih Tersedia : 14 buku
_______________________________________________________________

FAQ Corner
(Frequent Asked Questions)



Q1 : Bagaimana Format Pemesanannya? Di Mana Kami Bisa Memesan/Membeli Buku ini?
A1 : Format pemesanan buku ini adalah sebagai berikut.

Nama Lengkap = …………………………………………………………..
Jumlah Buku Yang Dibeli = …………………………………………………………..
Alamat Lengkap (termasuk kode pos) = …………………………………………………………..
Nomor Yang Bisa Dihubungi = …………………………………………………………..
Bonus Yang Ingin Dibeli = .....................................................................................................

Karena buku ini dirilis dan dicetak secara mandiri/indie, Anda tidak akan menemukannya di toko buku mana pun. Pemesanan buku ini bisa dilakukan melalui tiga cara
1. Fanpage Facebooknya yaitu di sini
2. Sms ke 0821 3392 5587
3. email ke : harimavinko@yahoo.co.id


Q2 : Bagaimana pembayaran dan pengirimannya?
A2 : Khusus yang berdomisili di kota Semarang atau Yogyakarta, bisa langsung COD (Cash on Delivery). Bisa janjian di suatu tempat atau di gathering rutin fanbase Semarang (setiap sabtu jam 4 sore di Taman KB depan SMAN 1 Semarang, kalau tidak hujan) dan Yogyakarta (setiap sabtu jam 8 malam di sisi lapangan Timur Graha Sabha Permana UGM, kalau tidak hujan)

Sedangkan yang berdomisili di luar dua kota tersebut, akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi TIKI / JNE / Wahana Ekspedisi (kesepakatan bersama). Ongkos kirim ditanggung pembeli. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke salah satu rekening di bawah ini:

BCA nomor rekening 2465205707 a.n. VINKO SATRIO PEKERTI
Danamon nomor rekening 003505906978 a.n VINKO SATRIO PEKERTI

Jumlah transfer adalah harga buku ini + ongkos kirim yang disepakati. Pengiriman dilakukan setelah pembayaran telah dikonfirmasi masuk ke salah satu dari dua rekening di atas.


Q3 : Padahal Judulnya “Tribute to Takahashi Minami”, tapi mengapa juga membahas sejarah AKB48 secara garis besar juga? Bagaimana dengan 48Group yang lainnya?
A3 : Jawabannya bisa ditemukan di buku ini. Namun, jika bisa disingkat alasannya adalah karena AKB48 adalah Takahashi Minami itu sendiri, seperti yang pernah diucapkan oleh sang produser Akimoto Yasushi. Saya sendiri juga menyadari, awalnya ketika hendak konsentrasi hanya pada Takahashi Minami saja justru perjalanan AKB48 itu sendiri tidak bisa sama sekali dipisahkan darinya. Oleh karenanya, beberapa kisah lain dari member yang dekat dengannya seperti Maeda Atsuko dan Oshima Yuko atau member generasi di bawahnya yang mengidolakannya seperti Iwata Karen dan Yokoyama Yui juga akan sedikit disertakan. Tentu saja, sister group lainnya seperti SKE48 dan JKT48 juga akan disentuh sedikit. Namun, cerita akan tetap fokus pada Takahashi Minami dan AKB48.


(updated)
Q4 : Di Format Pemesanan Tadi, Tertulis “Jenis Bonus Yang Dipilih”. Bonus Macam Apa Yang Akan Kami Dapat Dengan Membeli Buku Ini? Apakah Yang Terlewat pada masa PO masih berkesempatan mendapatkan bonus tersebut?
A4 : Karena pre-order event telah selesai, maka mohon maklum karena para pemesan tidak akan mendapatkan bonus2 tersebut secara GRATIS lagi seperti yang didapatkan oleh para pemesan masa PO sebelumnya. Artinya, Anda bisa mendapatkan bonus buku ini namun dengan mengganti sejumlah uang untuk pengadaan bonus2 tersebut. Bisa dibilang, Anda bisa MEMBELI-nya namun dengan harga yang sangat murah.


Berikut adalah bonus-bonus yang bisa dipesan, berikut dengan perkiraan jumlah Disc Data DVD/CD dan perkiraan harganya:


Judul
Perkiraan Jumlah DVD/CD
Perkiraan Harga Total
Documentary of AKB48 – To Be Continued
1
Rp 5.000,00
Documentary of AKB48 – Show Must Go On
1
Rp 7.500,00
Kinsma SPECIAL ‘AKB48’s Untold Story 2011’
1
Rp 7.500,00
AKB48 In Saitama Super Arena 2012 Concert
6
Rp 45.000,00
AKB48 In Tokyo Dome ~1830 no Yume~ 2012 Concert
6
Rp 45.000,00
AKB48 In Tokyo Aki Matsuri 2010 Concert
4
Rp 30.000,00
AKB48 Request Hour Setlist Best 100 2010 (belum pasti)
6 (belum pasti)
Rp 45.000,00 (belum pasti)
(updating…)
-
-


* List Judul, Perkiraan Jumlah Disc. dan Perkiraan Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Selalu cek blog dan fanpage facebook "Tribute to Takahashi Minami - The Untold Story of AKB48" untuk tidak ketinggalan berita update terbaru dari kami

* Untuk mendapatkan subtitle Bahasa Indonesia bisa didapatkan dengan mengunjungi website IslandSubs48. Silahkan search di google untuk menuju ke website yang dimaksud.


________________________________________________________

Mohon dukungannya dengan me-like Fanpage Facebook buku biografi unofficial ini di >> http://www.facebook.com/pages/Tribute-to-Takahashi-Minami-The-Untold-Story-of-AKB48s-Leader/184126741732623


Sabtu, 22 September 2012

History of AKB48 - Dream Can Become True!!


Banyak fans 48family saat ini, lebih spesifik, fans JKT yang masih tidak tahu/kurang tahu dengan masa lalu AKB48 yang kelam. Jadi, mengutip dari sebuah sumber, saya akan menceritakan (lebih tepatnya mentranslate) sejarah AKB48, sekaligus menyuguhkan beberapa gambar yang diambil dari penceritaan masa lalu AKB48 ini...

AWAL MULANYA

Ketika proyek ini dimulai pertama kali, kira-kira sebanyak 7.924 gadis remaja dari seluruh Jepang mendaftar untuk audisi pertama. Tidak ada promosi audisi saat itu tapi semua itu karena nama Akimoto Yasushi yang menarik perhatian banyak pendaftar. Bersama dengan kalimat “Aku ingin bertemu dengan kalian yang memiliki kepribadian yang kuat” di poster audisi, hal ini menarik perhatian gadis-gadis remaja yang tidak punya hubungan apapun dengan industri musik untuk berkumpul di Akihabara Theater
Diantara para pendaftar, ada Atsuko Maeda, yang sekarang menjadi artis yang terkenal seantero Jepang. Saat itu dia masih seorang murid pendiam, memperhatikan pelajaran, yang memiliki nilai yang biasa-biasa saja dan mungkin akan menjalani hidup normal jika dia tidak melihat poster audisi. Atsuko sedang berjalan pulang dari sekolah bersama ibunya ketika ia melihat poster audisi dan memutuskan untuk mendaftar audisi. Ibunya melihat tindakan ini sebagai tindakan yang tidak biasa dari anaknya, tapi satu keputusan ini akan mengubah kehidupan anak ini seumur hidupnya.

Diakhir putaran terakhir audisi, 24 gadis remaja telah dipilih untuk menjadi member Idol Group ini. Mereka mulai pelajaran menari dan belajar bagaimana caranya menyanyi sambil pergi ke sekolah setiap hari. Kebanyakan dari member-member ini sama sekali tidak punya pengalaman dengan menyanyi dan menari sama sekali, dan mereka hanya diberikan waktu 1 bulan untuk berlatih sehingga mereka bisa tampil di hari pembukaan theater – 1 Desember 2005. Tapi karena pelatih tari mereka merasa bahwa dengan kemampuan para member saat itu masih belum bisa tampil pada tanggal 1 Desember, maka pembukaan theater ditunda seminggu menjadi hari dimana mereka melakukan debut theater mereka, 8 Desember.

Di hari pembukaan, ada beberapa orang yang duduk di bawah stage untuk menonton penampilan mereka. Tapi, kebanyakan dari mereka adalah staff dan para official, jumlah penonton yang asli pada hari itu hanyalah 7 orang. Mulai dari hari itu, mereka perform di theater mereka setiap hari, termasuk di akhir minggu dengan harapan bahwa semakin banyak orang akan mengenal mereka. Mereka meneruskan performance mereka setiap hari meskipun ada saat dimana benar-benar tidak ada yang menonton mereka. Mereka bahkan mencoba memberikan tiket seharga 1000 yen secara cuma-cuma pada para pejalan kaki yang melintas tapi hampir tidak ada orang yang mengambilnya. Mereka bahkan mencoba tampil dua kali seminggu pada akhir minggu dengan harapan ini akan menaikkkan kesempatan untuk mendapat penonton, tapi ini hanya merupakan pengalaman menyakitkan bagi para member saat itu.



Ini tidak berakhir sampai di sini saja, ketika member-member merayakan Natal,  natal pertama mereka bersama dengan AKB, mereka diminta untuk tampil di stage. Penuh dengan kebahagiaan, member-member mencoba membagikan flyer pada para pejalan kaku, mencoba menarik mereka untuk menonton pertunjukan Natal mereka. Ini adalah saat dimana mereka menyadari kenyataan pahit dari Masyarakat, kebanyakan pejalan kaki tidak memperdulikan mereka. Beberapa orang mengambil flyer mereka, melihatnya sebentar, lalu melemparkannya ke dalam tong sampah tepat di depan member-member. Hal ini tentu saja menghancurkan hari member-member. Pada akhirnya, tidak ada yang menonton, member-member merayakan Natal dengan sesama member.

PERTANDA DARI STATUS QUO

Meskipun terombang-ambing di lautan tanpa harapan, secara perlahan mereka mulai mendapat fans-fans setia yang selalu datang ke theater untuk menonton pertunjukan mereka. 2 minggu setelah debut mereka, mereka mendapat fan letter yang pertama. Secara garis besar, yang tertulis di fan letter itu adalah:

"Kerja keras dan ketidakmauan kalian untuk menyerah meskipun kalian ada di lingkungan yang keras telah menyentuh hatiku. Ini menginspirasiku untuk bekerja keras dengan pelajaranku juga"

Memang benar tekad keras mereka-lah yang menyentuh hari banyak orang yang ada di sekitar Akihabara saat itu, terutama Otaku, AKB48 mulai mendapat perhatian dari ‘dunia bawah tanah’.

Dengan jumlah fans royal yang bertambah-tambah, yang mulai mendatangi theater setiap hari, perbedaan kepopuleran antar member mulai nampak. Di antara para member ada Itano Tomomi, yang selalu menari di pojok stage. Ada 2 pilar di theater, untuk melihat member favorit mereka lebih jelas, para fans biasanya akan menonton dari tengah. Sialnya bagi Tomomi Itano, ini berarti dia tidak akan dapat melihat para penonton dari sisi stage. Tapi sebagai salah satu anggota yang tampil di stage, dia harus terus menari dan melambaikan tangannya meskipun tidak ada orang didepannya. Di sebuah wawancara, Tomochin (julukan Itano Tomomi) berkata bahwa dia terus melambaikan tangannya dengan harapan suau hari nanti akan ada orang di depannya, tapi ini cukup berdampak pada kejiwaannya. Ada bukti bahwa dia stress dan berteriak dan menjerit dan melemparkan peralatan make-up ke lantai. Kebanyakan member lain juga tidak bahagia, hampir semuanya memikirkan saat dimana mereka bisa berhenti melakukan hal ini (tampil).

Setiap hari akan ada setidaknya 1 member yang akan menangis di ruang ganti dan menolak untuk naik ke panggung. Kabarnya Akimoto Yasushi sendiri harus pergi ke theater setiap hari untuk menyemangati member-member untuk terus tampil dan memaksa mereka untuk percaya padanya lebih lama lagi. Untungnya sebuah kabar baik datang tak lama kemudian. Untuk pertama kalinya, pada tanggal 4 Februari 2006, 3 bulan setelah performance pertama mereka, tiket theater habis terjual.

Kira-kira 2 minggu kemudian, mereka mengumumkan bahwa aka nada audisi kedua. Ini adalah berita mengagetkan bagi para member original karena mereka melihat ini sebagai tanda bahwa mereka dianggap tidak mampu tambil sebagai grup yang baik. Tapi menurut Akimoto Yasushi di sebuah program TV entah kapan, audisi ini dimaksudkan untuk menambah jumlah member sehingga mereka bisa tampil setiap hari. Lagipula, memaksa sekelompok gadis remaja untuk tampil setiap hari dan dua kali di akhir minggu akan memaksa batasan fisik dan mental member-member

Di antara periode audisi kedua, yang sekarang dikenal sebagai Ratu Iklan Shinoda Mariko yang keluar dai audisi pertama diperbolehkan untuk bergabung dengan AKB8 dengan bantuan para fans. Mariko selama itu bekerja di café di depan theater sebagai seorang pelayan. Dia mendapat popularitas dari fans-fans yang datang ke café, dan karena bantuan fans ini juga dia dikenal Akimoto Yashushi. Faktanya, Akimoto Yasushi mungkin tidak tertarik para Shinoda Mariko karena dia datang audisi dan gagal pada suatu wawancara dengan Shinoda Mariko. Suatu hari, ketika Mariko sedang bekerja di café seperti biasa, Akimoto Yashushi tiba-tiba datang dan berbicara dengannya:

“Apakah kau Shinoda Mariko? Jika kau bisa menghafal 12 lagu dalam waktu 4 hari aku akan memperbolehkanmu bergabung dengan AKB48”, dengan kemampuan dan tekad yang luar biasa, Mariko mampu menghafal kedua belas lagu dan bergabung dengan AKB. Menjadikan dia satu-satunya member 1.5 gen.



AKB48 juga merilis single pertama mereka, “Sakura no Hanabiratachi” yang merupakan salah satu lagu yang dittampilkan di theater saat itu. Ada yang bilang bahwa Akimoto Yasushi sendiri yang menanyakan pendapat para fans untuk memilih sebuah lagu dari set list untuk debut single AKB. Single ini masuk ke top 10 mingguan Oricon dan terjual 22 ribu kopi yang sangat jarang untuk sebuah grup musik berlabel indie.

Sekitar 11.000 pendaftar dari seluruh dunia mendaftar untuk audisi kedua yang diadakan melalui video telepon. 19 gadis remaja lolos audisi dan mereka dibentuk menjadi grup lain, yang nantinya dinamai Team K, dengan original member sebagai Team A. Team K memulai debut performance mereka pada tanggal 1 April 2006 dengan theater yang penuh, tetapi performance mereka setelah itu tidak menarik penonton sebanak hari pertama. Alasan utamanya adalah karena kebanyakan fans masih royal kepada member-member original dan mereka tidak tertarik pada member-member baru. Kekecewaan dan perasaaan terhina lah yang memacu member Team K, sampai hari ini, Team K masih dibanding-bandingkan dengan Team A.

Setelah 19 member baru bergabung dengan AKB48, ditambah dengan ke-19 orginal member (sisanya mengundurkan diri/dipecat), jumlah personil AKB menjadi 38 orang, sebuah jumlah yang tidak pernah didengar di industri musik. Komplain dari fans-fans mengenai kesulitan mengenali member-membe rmuncul. Untuk solusinya, Akimoto Yashushi memutuskan bahwa diperlukan seseorang yang mewakili seluruh grup – Ace dari AKB48, dan yang dipilih, sekarang dikenal oleh orang-orang di seluruh dunia, adalah Atsuko Maeda.

Lalu proyek untuk melatih Maeda Atsuko menjadi seorang bintang dimulai. Sebelum recording untuk setlist untuk stage baru, Maeda Atsuko diberi sebuah solo song. Orang pertama di grup yang diberi perhatian spesial. Ketika ia melihat liriknya, ia kebingungan. Acchan (nickname Atsuko Maeda) tidak percaya pada kemampuan menyanyi dan kemampuan menarinya sama sekali, ini semua nampak tiba-tiba. Acchan lalu berbicara di sebuah wawancara bahwa dia menolak untuk menampilkan dirinya saat itu. Dia menangis di studio dan menolak untuk memulai rekaman. Para Manajer dan staff jadi panik dan ketika Akimoto Yasushi alias Aki-p datang setelah mendengar situasinya, dia dilarang masuk karena para manajer takut bahwa kehadiran Aki-p malah membuat segalanya lebih buruk.

Secara umum dan secara logika, seseorang yang mendaftar audisi sebuah menjadi member sebuah idol group seharusnya bahagia ketika ia mendapat perhatian. Tapi di situasi Atsuko Maeda, benar-benar kebalikannya. Acchan juga mengatakan pada sebuah wawancara bahwa dia tahu dan merasa ada lebih banyak member yang lebih baik darinya, dan dia bukanlah yang terbaik tetapi dia dipilih oleh tim manajemen. Dia merasa bersalah pada member lainnya. Di sisi lainnya, member-membe ryang dipilih sebagai back dancer untuk solo Atsuko Maeda juga tidak bisa menerima keputusan ini. Mereka tahu ini bukan salah Acchan karena mereka menjadi back dancer, tapi mereka tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka.

Setelah Maeda Atsuko menjadi center AKB, AKB48 akhirnya merilis major debut mereka. Debut single mereka “Aitakatta” yang tidak dikenal saat itu, nantinya akan menjadi terkenal di seluruh Jepang dan diketahui semua fans J-pop. Setelah mereka merilis major debut mereka akhirnya mulai dikenal orang-orang

KESEMPATAN DATANG DI SAAT YANG TIDAK KAU DUGA

Sayangnya ini memiliki dampak yang tidak terduga pada kehidupan sekolah mereka. Image Akihabara saat itu masih “gelap” dan “tidak biasa”, fakta bahwa AKB memiliki nama Akihabara (AN: AKB artinya Akihabara48) pada nama mereka secara instan membuat orang-orang merendahkan mereka. Itano Tomomi alias Tomochin, salah satu seorang member original, menceritakan pengalamannya yang pernah terjadi waktu dia masih di sekolah. Tomochin menyapa seorang temannya pada suatu pagi, tapi temannya hanya melihat ke belakang dan memeberinya tatapan yang dingin. Tomochin lalu bertanya kenapa mereka mengacuhkannya, teman masa kecilnya ini bilang dia merendahkan Tomochin karena dia bergabung dengan AKB48. Semenjak hari itu, mereka tidak pernah berbicara lagi. Ini tentu saja berakibat besar pada perasaannya. (jadi teringat kembali kasus Delima, idola saya di JKT48)



Disamping “Skirt, Hirari”, single kedua mereka, mereka tidak pernah dipanggil ke program TV. Tidak puas, para staff membawa member-member dan pergi ke setiap kantor saluran TV untuk mempromosikan mereka. Dengan kepercayaan bahwa semua orang hanya perlu melihat sekali untuk melihat seberapa tingginya tingkat penampilan mereka, mereka bahkan ditolak untuk memasuki kantor saluran TV karena mereka masih tidak di kenal saat itu. Kojima Haruna alias Nyan-nyan alias Harunyan, salah seorang orginal member yang masih aktif hingga kini, mengatakan bahwa para staff berkata pada para member untuk tidak khawatir, bahwa lagu selanjutnya akan menjadi lagu hit, tapi tentu saja hal ini tidak pernah terjadi. Disamping memiliki kepercayaan bahwa semua orang yang melihat performance mereka akan menyadari bahwa mereka mampu perform dengan luar biasa, hari-hari dimana AKB48 tidak dapat menjual CD terus berlanjut.

Disaat inilah Tomochin kembali stress dan melemparkan barang kesana kemari dan berteriak-teriak di ruang ganti. Hal ini merupakan bukti bahwa mental dan fisiknya telah mencapai batasnya, ini juga menyatakan bahwa kondisi ini sangat sulit untuk seorang anak berumur 14 tahun. Tomochin berbicara pada Aki-p beberapa kali dan menyatakan bahwa dia ingin keluar dari AKB, tapi Aki-p terus memintanya untuk menunggu sebentar lagi. Tomochin lalu mengatakan pada sebuah wawancara bahwa dia tidak tahu seberapa lama harus menunggu, atau seberapa lama dia mampu menunggu, tapi dia memutuskan untuk mempercayai Aki-p dan menunggu sebentar lagi untuk perubahan situasi.

Saat itu, ketika keadaan tidak bisa lebih buruk lagi, kesempatan untuk membalikkan keadaan muncul. Desember 2007, 2 tahun setelah debut mereka, ketika hari dimana mereka tidak laku terus berjalan, sebuah berita menyenangkan datang. Mereka diundang oleh NHK untuk tampil di konser Kouhaku. Ini adalah sebuah event besar dan bergengsi yang mengundang musisi-musisi top Jepang untuk tampil di akhir tahun untuk merayakan tahun baru. Tapi kenapa AKB48 dipanggil meski mereka tidak laku saat itu? Mereka dipilih untuk mewakili Akihabara boom, atau dalam kata lain kultur Otaku. Sebagai tambahan, mereka tidak muncul sebagai grup musik individual melainkan performance bersama musisi lainnya dari Akihabara yang populer saat itu. Hasilnya, jika seorang musisi saat itu tampil selama 3 menit untuk performance merka, AKB hanya diberi waktu 1 menit 35 detik. Meskipun ini nampak sebagai performance yang menyedihkan, performance mereka yang singkat ini disiarkan ke seluruh Jepang dan banyak member saat ini yang tahu AKB48 pertama kali dari performance di sini.



Waktu berlalu dan 2008 tiba, sudah 3 tahun semenjak AKB dibentuk. Ada banyak tekanan dalam grup bahwa jika mereka tidak bubar-bubar tapi tidak membuat AKB menjadi dikenal, semua akan berakhir. Salah satu event yang menandai tekanan ini adalah kontrak dengan label rekaman saat itu tidak dipebarui. Sementara mereka tidak merelease single baru, mereka masih tampil di theater, disaat inilah banyak orang yang sekarang berhubungan erat dengan mereka mengenal mereka.

Banyak orang yang pada waktu itu melihat AKB48 sebagai grup musik yang tak memiliki masa depan, dan rumor-rumor seperti AKB48 akan dibubarkan beredar diantara member-member. Di sebuah konser pada musim gugur 2008, 5 member termasuk salah satu member yang populer saat itu mengumumkan bahwa mereka akan graduate (mengundurkan diri) dari AKB48. Pada waktu itu, saat logical dan sebuah keputusan yang benar. Karena pada saat itu AKB48 nampak tidak akan maju dan terkenal.



Setelah tahun yang sepi lewat, 2009, 4 tahun setelah pembentukan orginal pertama. Tahun ini, Maeda Atsuko, Takahashi Minami alias Takamina, Itano Tomomi, dan beberapa original member dan member utama beranjak 18 tahun, lulus dari sekolah. Karena AKB48 selalu mengenakan seragam sekolah sebagai tema utama mereka, jika mereka tidak menemukan cara untuk membuat nama mereka jadi dikenal dalam proses transisi ke stage selanjutnya akan menjadi sulit. Tetapi, keempatan datang di saat yang tidak terduga
Setelah aktif selama 4 tahun, salah satu complain yang paling ramai diantara para fans adalah bahwa Aki-p tidak benar-benar mengerti member-member. Kebanyak complain ditujukan pada member-member yang seharusnya menyanyikan sebuah single dibanding mereka yang dipilih oleh produser dan director. Inilah ketika Aki- mendapat ide, “Kenapa kita tidak biarkan fans saja yang memilih?”. Untuk pertama kalinya di industri musik, sebuah event yang tidak pernah ada sebelumnya digelar pada tanggal 8 Juli 2009. Diberi nama Senbatsu Election, dimana fans mengirimkan voting para member favorit mereka yang akan menyanyikan single selanjutnya. Meskipun hanya ada 54 ribu vote saat itu, ini meninggalkan image di public bahwa AKB = Senbatsu Election.

Member-member lalu menargetkan partisipasi mereka yang kedua di konser Kouhaku. Kali ini mereka ingin tampil di stage sebagai AKB48, mereka ingin tampil individu, yang menandakan bahwa mereka telah bertumbuh dari underground idol menjadi sebuah Idol Group yang sebenarnya. Melihat ini, Aki-p memutuskan untuk menggubah sebuah lagu berdasarkan ini:


In front of your eyes, a large river flows through. 
It’s a wide and large river. 
Even if it’s dark, even if it’s deep, 
Even if its current is fast, don’t be afraid. 
No matter how far apart, there’ll definitely be a shore at the opposite side. 
Hold on to your dreams, until the day when it is realised comes.


Di depan matamu, 
Sebuah sungai yang besar mengalir. 
Sebuah sungai yang besar dan dalam. 
Meskipun gelap, meskipun dalam, 
Meskipun arusnya cepat, janganlah takut. 
Tak perduli seberapa jauh kau terpisah, pasti akan ada tepi disisi lainnya. 
Peganglah mimpimu, sampai hari mimpimu terwujud tiba.


“Seberangi sungainya dan raihlah mimpimu yang ada di sisi yang lain!!” adalah pesan yang dikirimkan Aki-p kepada para member. Ini adalah sebuah lagu yang berbeda dengan lagu-lagu yang AKB telah nyanyikan, yang kebanyakan adalah lagu romantic. Dengan lagu ini, pada Oktobr 2009, AKB48 mendapat peringkat no 1 di Oricon chart.

Ketika sebuah event recording terbuka untuk sebuah program radio pada tanggal 23 November 2009, ketika member-member AKB berbicara dengan producer AKB48 Akimoto Yasushi, ketika sebuah berita mengejutkan muncul. Mereka diundang ke konser Kouhaku yang ke 60. Setelah berjuang dan direndahkan selama 4 tahun, mereka akhirnya dapat perform di konser Kouhaku dengan nama mereka sendiri.

Dan setelah 7 tahun, mereka ‘berjalan sejauh’ 1830 meter dari theater kecil mereka di Akihabara dan tampil di Tokyo Dome selama 3 hari! :D (FYI, Tokyo Dome adalah salah satu tempat konser paling besar di Jepang. Semua impian musisi adalah untuk tampil di sini. Seperti yang kita tahu, JKT48 ikut tampil di sini selama 3 hari dengan membawakan lagu ‘Baby! Baby! Baby!’ versi bahasa Indonesia).

Untuk melihat sejarah lengkap dari AKB48 yang pernah ditayangkan di salah satu acara TV Jepang: Kinsma, berikut adalah link yang bisa Anda kunjungi:

PART 1:

PART 2:

PART 3:

PART 4:

PART 5:

PART 6:

PART 7:

PART 8:

PART 9 (END) :

===============================================================
Sumber asli dokumen ini dapat Anda lihat di: http://toomuchidea.blogspot.com/2012/09/masa-lalu-akb48_21.html?m=1

Kamis, 09 Februari 2012

Straight Kanan Mahathir Mohamed untuk Negara-Negara Eropa

Siapa yang tidak kenal Mahathir Muhamed? Dialah mantan perdana menteri negara tetangga kita, Malaysia. Biar gak penasaran terus sama orangnya, ini gambarnya dia sekarang, gan! Udah uzur yak?



Dan kali ini saya akan berbagi artikel tentang komentarnya yang menohok tulang rusuk, sampai sudu'en (orang jawa pasti tahu istilah ini), keras, dan tepat di ulu-ulu hati negara-negara di kawasan eropa. Intinya simpel aja sih: "Hei lu eropa pada! Udah deh, nggak usah kebanyakan gaya, sok pamer kuat atau tajir. Saatnya hadapi kenyataan kalo lu miskin pada!"

Ngakak bener gan, ketika membaca artikel ini. Nggak usah tunggu lama, artikelnya bisa dilihat di sini



And now, please say goodbye to the strong European Countries we all knew~~

Hidup Asia! Hidup Indonesia juga!

Senin, 01 Agustus 2011

Peringatan Pesta St. Ignatius Loyola


Sebagai alumnus dari SMA Kolese Loyola Semarang, saya nyaris saja melupakan tanggal peringatan nama Santo Ignatius Loyola yang menjadi santo pelindung sekolah tercinta saya tersebut, yaitu 31 Juli. Kemarin kalau saja saya tidak ke sebuah gereja katolik (notabene: saya seorang kristen yang terbiasa di lingkungan katolik) di Kebumen, mungkin saya tidak akan diingatkan akan hal ini. Nah, berhubung saya belum pernah menulis tentang Santo Ignatius Loyola, dan sebagai peringatan akan hari besar lokal ini, maka perkenankan saya mengisahkan riwayat singkat dari salah satu tokoh pencerah gereja katolik tersebut.

----------------------------------------------------------------------------------


Pendiri Serikat Yesus yang terkenal ini dilahirkan pada tahun 1491. Ia berasal dari keluarga bangsawan Spanyol. Ketika masih kanak-kanak, ia dikirim untuk menjadi abdi di istana raja. Di sana ia tinggal sambil berangan-angan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi seorang perwira dan pahlawan perang bagi bangsanya. Di kemudian hari, ia sungguh mendapat penghargaan karena kegagahannya dalam pertempuran di Pamplona. Tetapi luka karena peluru meriam di tubuhnya membuat Ignatius terbaring tak berdaya selama berbulan-bulan di atas pembaringannya di Benteng Loyola. Ignatius meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah hidup Yesus dan para orang kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca juga buku-buku itu. Perlahan-lahan, buku-buku itu mulai menarik hatinya. Hidupnya mulai berubah. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Mereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?” Semua kemuliaan dan kehormatan yang sebelumnya sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi baginya sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam doa, silih dan perbuatan-perbuatan baik.

St. Ignatius harus menderita banyak pencobaan dan penghinaan. Sebelum ia memulai karyanya yang hebat dengan membentuk Serikat Yesus, ia harus bersekolah untuk belajar tata bahasa Latin. Sebagian besar murid di dalam kelasnya adalah anak-anak, sementara Ignatius sudah berusia tiga puluh tiga tahun kala itu. Meskipun begitu, Ignatius tetap pergi untuk mengikuti pelajaran karena ia tahu bahwa ia memerlukan pengetahuan ini untuk membantunya kelak dalam pewartaannya. Dengan sabar dan tawa, ia menerima ejekan dan cemoohan dari teman-teman sekelasnya. Selama waktu itu, ia mulai mengajar dan mendorong orang lain untuk berdoa. Ironisnya, karena kegiatannya itu, ia sempat dicurigai sebagai penyebar bidaah (=agama sesat) dan juga dipenjarakan selama beberapa waktu. Namun, hal itu tidak menghentikannya. Ia pernah berkata, “Seluruh kota tidak akan cukup menampung begitu banyak rantai yang ingin aku kenakan karena cinta kepada Yesus.”

Ignatius berusia empat puluh tiga tahun ketika ia lulus dari Universitas Paris. Pada tahun 1534, bersama dengan enam orang sahabatnya, ia mengucapkan kaul rohani. Ignatius dan sahabat-sahabatnya, yang pada waktu itu msaih belum menjadi imam, ditahbiskan pada tahun 1539. Mereka berikrar untuk melayani Tuhan dengan cara apa pun yang dianggap baik oleh Bapa Suci. Pada tahun 1540, Serikat Yesus secara resmi diakui oleh Paus. Sebelum Ignatius wafat, Serikat Yesus atau Yesuit (SJ) telah beranggotakan seribu orang. Mereka banyak melakukan perbuatan baik dengan mengajar dan mewartakan Injil. Seringkali Ignatius berdoa, “Berilah aku hanya cinta dan rahmat-Mu, ya Tuhan. Dengan itu aku sudah menjadi kaya, dan aku tidak mengharapkan apa-apa lagi”. Ignatius wafat di Roma pada tanggal 31 Juli 1556. Ia dinyatakan kudus dan diberi gelar Santo pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XV.